Selanjutnya lineup mobil MPV dari merk lain, yaitu Ertiga dibawah bendera Suzuki. Mobil dengan tingkat kenyamanan menurut sayapribadi berada diatas rata rata mobil MPV lainnya. Spek lainya bagaimana? Interior Ertiga untuk ukuran mobil 200 jutaan bisa diberi nilai “wau mewah”. Lantas bagaimana dengan penjualnnya? Ya rapot di market share bisa dibilang jelek tidak bagus juga tidak. Mobil yang terbilang bagus tapi belum bisa memberikan kejutan banyak pada kompetitornya. Mungkin butuh improvisasi lebih dari ATPM Suzuki untuk menggenjot penjualan Ertiga. Jangan hanya terjebak pada strategi diskon yang gila gilaan, karena itu pada akhirnya akan member imbas pada anjloknya purnajual. Satu lagi mungkin masih banya yang belum tau kalo Ertiga itu sungkatan dari “Mengerti Keluarga”

Kembaran Mitsubishi Xpander tahun ini sudah resmi diperkenalkan. Iya, Nissan New Livina  sudah resmi diperkenalkan pada awal tahun ini. Entah menurut penulis banyak hal blunder secara strategi yang dilakukan oleh pihak Nissan Motor Indonesia. Kenapa momentumnya sangat sangat terlambat untuk melahirkan New Livina ini. Lihatlah diluar Xpander sudah menjadi raksasa MPV dan disaat yang sama New Livina baru dilahirkan. Kemudian harus melawan saudaranya yang sudah menajdi fenomena di segmen MPV. Secara market share nya sudah bisa dilihat kesenjangan angka yang sangat signifikan terjadi antara dua saudara kembar itu. Entah strategi apa yang akan di lakuakan Nissan untuk membangun kembali kejayaannya seperti di era 2010 an.

Nak kini kembali kejudul utama, setelah kita uraikan semua jenis jenis MPV yang ada dipasar Indonesia. Mengapa dari sekian banyak pilihan kita harus menentukan pilihan ke Mitsubishi Xpander. Jawabnya sebenarnya cukup mudah, Xpander punya segalanya disegmen MPV dan untuk mencari kelemahan Xpander sedikit susah karena untuk ukuran MPV mobil ini nyaris tidak punya celah.